18 Tahun Lebih Mengabi, Di PHK Karena Sakit, Oiler Ini Gugat Perusahaan Ke PHI Medan

PPI News, Medan – Serikat Pekerja Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) melalui kuasa hukumnya, Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Medan menggugat perusahaan pelayaran PT. MCM (Tergugat I) Dan PT. MSW (Tergugat II) di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Medan atas tindakan pihak pengusaha yang telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap IT (pelaut anggota PPI).

Wakil Sekretaris DPP PPI, Syofyan yang turut hadir dalam persidangan menyampaikan bahwa gugatan tersebut diajukan pasca deadlock-nya sidang mediasi di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan pada Agustus lalu.

“Setelah perundingan bipartit dan sidang mediasi (tripartit) yang dilakukan dengan pendampingan pengurus DPD PPI Sumut di Disnaker Kota Medan deadlock, maka sesuai aturan, kami lanjutkan penyelesaian perselisihan di lembaga peradilan,” ujar Syofyan, pasca mengikuti sidang pertama, Senin, (11/11/19).

Berbekal Surat Anjuran Mediator Hubungan Industrial, IT melaluikuasa hukumnya menggugat perusahaan Tergugat I agar dihukum untuk membayar secara tunai, seketika dan sekaligus Upah, Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang Pengganti Hak sesuai  pasal 169 ayat 2 Jo pasal 156 ayat 2 UU No 13 Tahun 2003 sebesar Rp. 130.900.000,-

Selain itu, IT juga menuntut hak upah selama proses sebesar 100% penuh (Rp. 4.400.000,-) per-bulan terhitung sejak bulan Maret 2019 sampai adanya putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap serta meminta Majelis Hakim menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan (conservatoir beslag) yang telah dilaksanakan terhadap Harta Bergerak maupun tidak bergerak milik Perusahaan Tergugat I.

Awal terjadinya hubungan kerja, IT pada sekitar bulan Januari tahun 2001 mengajukan lamaran kerja di perusahaan Tergugat II dan diterima bekerja di perusahaan tersebut. Setelah ada kesepakatan antara IT dan Tergugat II, maka IT ditempatkan bekerja di perusahaan Tergugat I yang masih satu manajemen dan kantor yang sama serta pemilik perusahaan yang sama dengan mendapat upah sebesar Rp. 385.000/bulan dengan pangkat Juru Minyak. Sejak IT bekerja di tempat Tergugat I, Ic 12 Januari 2001, IT mendapat upah dari Tergugat I dan menerima upah setiap bulannya dari Tergugat I.

Bahwa pada tahun 2001 sampai dengan 2004, IT di mutasi oleh Tergugat I dari jabatan lama sebagai Oiler TK. Nusantara Raya-01 ke TK. Berkat Usaha-IV, dengan ketentuan upah yang diterima sebesar Rp. 4.400.000/bulan dan berlaku sejak tanggal 19 Desember 2014. IT sejak tahun 2001 sampai dengan 2019 secara terus menerus bekerja dengan baik dan tidak pernah mendapat peringatan sama sekali dari Tergugat I serta menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Oiler TK. Berkat Usaha IV dengan baik, dan telah bekerja dengan total masa kerja selama 18 tahun 9 bulan sebagai karyawan tetap.

Bahwa pada sekitar tanggal 14 Februari 2019 dimana IT sedang bekerja di atas kapal TK. Berkat Usaha-IV sebagai Oiler, dan pada saat IT bekerja mengalami sakit sehingga diturunkan dari kapal untuk beristirahat. Kemudian, tanpa adanya suatu peringatan dan tanpa ada suatu alasan yang jelas, pada tanggal 15 Februari 2019 IT menerima Surat Keputusan Sign Off (Surat Pemberhentian Kerja) dari Tergugat I, yang dalam surat tersebut tidak disebutkan alasan-alasan pemberhentian IT di perusahaan Tergugat I.

Rilis: DPD PPI SUMUT

Admin PPI News