5 Tahun Melaut di PHK Sepihak, Mang Jali Lapor PPI Alhamdulillah Haknya Dibayar !

Banjarmasin, PPI News – Miris benar nasib pelaut, bagaikan pekerjaan yang selalu dianggap sebelah mata oleh perusahan ketika pelaut di berhentikan. Bagaimana tidak, lima tahun mengabdi di salah satu perusahan pelayaran di Banjarmasin, Kalimantan selatan, Mang Jali begitu sapaan akrabnya mengaku telah diberhentikan tanpa mengetahui apa keselahan mendasarnya sampai di PHK.

“Bang Adnan, Saya mengabdi di perusahan ini sejak perusahan masih merintis, perusahan baru memiliki satu kapal. Saya orang pertama yang nungguin kapal mereka ketika saya masih menjadi service klotok yang berpangkalan di seputaran pelabuhan Banjaraya,” kesah Mang Jali kepada Pengurus PPI di sekre DPD PPI Kalsel, saat melakukan pengaduan resmi pada tanggal 25 Oktober 2018.

Kata Mang Jali, ketika ia di Off (diberhentikan), dirinya tidak tau “dosa” apa yang telah ia lakukan terhadap perusahaan sampai ia dipecat?

“Apa karena saya dekat dengan Pak Haji (Pemilik Perusahan) sehingga saya harus disingkirkan? Sebegitu berbahayanya saya kah buat mereka sehingga anak istri saya juga harus menanggung akibatnya?” tambah Mang Jali seraya merasa bingung.

Sakit hati bercampur rasa kecewa akhirnya Mang Jali meminta pendampingan hukum kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI).

“Sebagai Anggota organisasi pelaut saya berhak meminta pendampingan hukum dan pembelaan atas apa yang telah perusahaan lakukan terhadap saya sebagai pekerja laut yang setiap harinya menyambung hidup dengan bertaruh nyawa di atas kapal demi keluarga dan perusahaan,” tegasnya.

Menindaklanjuti pengaduan itu, DPD PPI Kalsel kemudian menyurati pihak perusahaan untuk mengadakan upaya penyelesaian perselisihan melalui perundingan secara bipartit, tetapi tidak juga menemukan titik temu.

“setelah mentok di bipartit, sesui aturan kemudian kami mencatatkan perselisihan tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan Banjarmasin. Alhamdulillah di tingkat Disnaker (Tripartit), akhirnya pihak PT. IDTB selaku pengusaha mau memberikan hak-hak Mang Jali berupa kompensasi atas PHK sebesar Rp. 53.606.000,- yang diserahkan di kantor perusahaan pada tanggal 22 November 2018 disaksikan Pengurus PPI dan Mediator Disnaker Banjarmasin,“ Ujar Pengurus PPI, M. Adnan, Jumat (23/11/18).

Sebagai penutup, M. Adnan menyampaikan bahwa kasus yang dialami oleh Mang Jali merupakan salah satu kasus PHK pelaut yang ditangani oleh DPD PPI Kalsel yang berakhir dengan PB (Perjanjian Bersama) sebagaimana ketentuan UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).

“Seberat apapun resiko dan konsekuensinya kami (PPI) akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan hak hak pelaut walaupun sampai saat ini kami masih menyayangkan kesadaran dan keengganan kawan-kawan pelaut untuk berserikat,” Pungkasnya.

(Penulis : M. Adnan)

(Editor : Admin PPI News)