Bela Pelaut, PPI Kepri akan Gugat PT TSP ke PHI Tanjung Pinang

Jakarta, Masihkah ingat dengan tragedi tenggelamnya kapal TB Virgo 99 di perairan Pangandaran, Jawa Barat pada pada 2 Desember 2017 silam? Dalam tragedi naas tersebut, dua pelaut yakni Nakhoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM) hingga detik ini belum jelas statusnya karena belum diketahui keberadaannya.

Adalah Rasmina Simarmata, istri Capt. Mula Situmorang (korban), yang sampai detik ini terus berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kecelakaan kapal yang diketahui milik PT Tampok Sukses Perkasa yang berkantor di Batam.
Pasca kejadian itu, RS melakukan pengaduan resmi ke Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI). Dari Batam dirinya ke Jakarta untuk mendapatkan keterangan jelas dari para pelaut yang selamat atas kecelakaan maut tersebut, karena pihak perusahaan dianggap tidak memiliki itikad baik.
Pendampingan advokasi PPI terhadap keluarga korban terus dilakukan baik melalui Kesyahbandaran Marunda maupun Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam. Namun, langkah setelah persuasif yang gagal tersebut pun kembali gagal di tingkat tripartit.
Musyawarah di KSOP Marunda menghasilkan ketidaksepakatan karena perusahaan hanya menyanggupi akan memberikan santunan kematian sebesar RP 100 juta yang pembayarannya pun dicicil, yang kemudian ditolak oleh pihak keluarga.
Begitupun Surat Anjuran dari Disnaker Kota Batam yang menganjurkan agar pihak perusahaan membayar hak upah korban yang belum dibayarkan serta membayar hak-hak yang berkaitan dengan kecelakaan kerja dengan perhitungan mengacu kepada UU No. 24 Tahun 2011 Jo. PP No. 44 Tahun 2015, yang juga diabaikan oleh pihak perusahaan.
Akibat ketidakpastian serta ketidkooperatifan pihak perusahaan, berdasarkan bukti-bukti yang ada, baik berita acara dari KSOP Marunda, Surat Anjuran Dari Disnaker Kota Batam, Putusan Penetapan Kematian Alm. Mula Situmorang dari Pengadilan setempat, Akta Kematian dari Disdukcapil, dan bukti-bukti terkait hubungan kerja dengan perusahaan, PPI melalui perwakilannya di Kepulauan Riau dalam waktu dekat ini akan menggugat perusahana ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Tanjung Pinang, Kepulauan Riau untuk msncari keadilan.
Sumber Foto : LiputanBMI