Bipartit dan Tripartit Tidak Kooperatif, PPI akan Gugat PT Layar Sentosa di PHI Jakpus

Jakarta, Menganjurkan. Agar pihak perusahaan PT Layar Sentosa Shipping membayarkan kekurangan sisa hak pekerja sebesar Rp 16.095.000, membayar biaya perobatan lanjutan sebesar Rp 650.000, dan membantu pihak pelaut (pekerja) untuk melakukan klaim kepada pihak asuransi atas kejadian musibah kecelakaan kapal.

Demikian Surat Anjuran yang dikeluarkan oleh Dinas Ketenagakerjaan Jakarta Pusat dengan nomor 1944/-1.835.3 tanggal 14 Agustus, agar kedua belah pihak memberikan jawaban secara tertulis dalam jangka waktu selambat-lambatnya 10 hari, dan apabila kedua belah pihak menolak anjuran, maka salah satu pihak atau para pihak dapat melanjutkan penyelesaian perselisihan dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
MD (Pelaut), merupkan salah satu korban selamat dari tragedi terbakarnya kapal MT Layar Samudera di perairan Ambon, 21 April 2017 silam.
Selama ini, MD dirawat di rumah sakit karena luka serius dikepalanya, yang mengakibatkan ia harus dirawat dengan waktu lama untuk penyembuhan.
Pasca sembuh dari sakitnya, MD mengadukan permasalahannya kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) karena sejak kecelakaan terjadi hingga dirinya sembuh asuransinya belum juga diberikan oleh perusahaan, dengan alasan masih dalam proses klaim, yang mana MD menyatakan bahwa perusahaan selalu menjanjikan dan mengulur-ngulur waktu.
Selain hak asuransi, MD juga mengeluhkan tentang sisa gaji yang belum dibayar dan biaya perobatan lanjutan yang ia bayarkan menggunakan uang pribadinya, yang seharusnya itu menjadi tanggung jawab perusahaan.
Dalam advokasinya, PPI sudah melakukan berbagai upaya, dari mulai permintaan perundingan bipartit yang dikirim dua kali tetapi tidak mendapatkan respon dari perusahaan, mencatatkan perselisihan tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan, yang mana Disnaker pun sudah memanggil secara patut sebanyak tiga kali untuk mediasi, yang kenyataannya pun diabaikan oleh perusahaan, hingga akhirnya mediator mengeluarkan surta anjuran.
Perusahaan sama sekali tidak ada itikad baik dan kooperatif. Bahkan pasca anjuran keluar pun tak ada kabar, maka dipastikan Tim Advokasi PPI akan mengajukan gugatan ke PHI-PN Jakpus dalam waktu dekat ini.