KPK PPI Minta Ditjen Hubla Awasi Serius Peredaran COP & COC Aspal dan Palsu di Maluku Utara

Jakarta, PPI News – Komite Pengawasan Kepalutan Pergerakan Pelaut Indonesia (KPK-PPI) Sulawesi Utara melakukan advokasi terkait peredaran COP & COC Aspal dan/atau Palsu. Berdasarkan laporan dari pelaut anggota PPI, PPI Sulawesi Utara bersama-sama dengan pihak KSOP Bitung telah berhasil mengamankan satu orang pengguna COP & COC Aspal dan/atau Palsu.

“Oknum tersebut berinisial SD, bekerja di kapal MT. Malinda Harapan dengan jabatan Masinis II dengan menggunakan ijazah ATT-V palsu. Laporan tersebut sebelumnya sudah dilaporkan oleh Pengurus PPI Maluku Utara ke KSOP Ternate, namun pihak KSOP Ternate katanya tidak merespon aduan itu dan bahkan kapal tetap mendapatkan surat persetujuan berlayar ke Bitung, hingga akhirnya di Bitung KSOP Bitung mengambil langkah memanggil Nakhoda dan mengamankan SD,” ujar Ketua DPD PPI Sulut, Anwar Abdul Dalewa, Kamis (28/3/2019).

Menurut Anwar, berdasarkan hasil wawancara dengan pelaut yang bekerja di perairan Maluku Utara, di Maluku Utara masih banyak oknum pelaut yang diduga kuat menggunakan COP dan COC Aspal dan/atau Palsu, tetapi mereka aman-aman saja bisa bekerja di atas kapal.

“Atas kejadian ini, PPI Sulut dan PPI Maluku Utara meminta kepada Pemerintah melalui DPP PPI (Pusat) agar bisa menindak tegas praktik peredaran COP dan COC Aspal dan Palsu baik oknum pengguna maupun oknum pengedar dan/atau penerbit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Hubla dapat menegur KSOP Ternate agar lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya terkait dengan pengawasan,” pungkas Anwar.

Laporan: Pengurus PPI Sulut

Editor : Admin PP News