Pelaut Indonesia yang Tidak Digaji di Abu Dhabi, kini Sudah Pulang

Jakarta, SL (40) pelaut Indonesia yang sempat tidak digaji selama 4 bulan di Abu Dhabi dan melaporkan kasusnya kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI), kini sudah bisa menghirup udara sejuk di tanah air.

Disampaikan oleh SL, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu penanganan kasusnya, hingga ia akhirnya bisa pulang ke Indonesia pada tanggal 6 September 2018, kemarin.

“Terima kasih… KBRI Abu Dhabi, Kemlu, BNP2TKI dan PPI yang telah mengawal kasus saya. Alhamdulillah saya sudah bisa pulang dan mendapatkan hak-hak saya,” ujar SL di kantor PPI di Jakarta, Senin (10/9/18).

Menurut SL, setelah melaporkan kasusnya ke Pemerintah dan PPI sebagai organisasi pelaut, akhirnya tiga bulan gajinya dibayar oleh perusahaan.

“Saya diminta pulang dan sisa gaji satu bulan yang belum dibayar, akan dibayar pada September tanggal 15 ini, sesuai dengan perjanjian yang disepakati sebelum kepulangan saya ke Indonesia,” ungkap SL.

Sebelumnya, SL dikabarkan bekerja pada kapal AHTS, Interspray berbendera Panama di Abu Dhabi dengan kontrak kerja 45+-15 hari atau dua bulan dengan gaji USD 100/day, namun sejak pertama kali berangkat, IMI Marine tidak membayar gajinya.

Berita sebelumnya : http://m.liputanbmi.com/baca/2904/tiga-bulan-tak-digaji-di-abu-dhabi-pelaut-indonesia-minta-dipulangkan