Petisi Bebaskan Nakhoda TP 247, Anak Nakhoda Komentar: #MyDaddyMyHeroes

Jakarta, PPI News – Petisi yang dibuat oleh Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) melalui akun Ketua Advokasi, Hukum dan Hak Asasi Manusia, Imam Syafi’i atas penahanan terhadap Nakhoda kapal Tug Boat TP. 247 di Polda Kalsel sebagai tindaklanjut atas laporan dari management PT. TPM Tbk di Ditpolairud terus mendapatkan respon dari para pelaut Indonesia dan masyarakat umum.

Petisi yang dibuat sekitar dua hari yang lalu itu, meminta kepada Presiden RI dan Ketua & Wakil Ketua DPR RI agar dapat segera membebaskan Nakoda kapal, Irianto Said yang tidak bersalah dan dipidanakan tersebut dari tahanan Polda Kalsel.

Berbagai dukungan dari pelaut dan masyarakat melalui kolom komentar di petisi membuat semangat untuk keluarga Nakhoda dapat bertahan dalam kesedihan itu. Bahkan, istri dan anak sang Nakhoda turut berkomentar dalam petisi online tersebut.

Berikut Komentar anak Nakhoda, dengan akun @Anasthasya Ivone Jr. Said menyatakan rasa terimakasihnya karena banyak yang menandatangani petisi itu.

Berikut kutipannya:
“Halo semua nya saya anak nya capt Anto saya berterimakasih karna sudah banyak yang mentandatangani petisi ini saya jadi terharu #mydaddymyheroes”

Sedangkan istri Nakhoda, dengan akun @Anichabibi Anichabibi yang menyatakan mengecam tindakan aparat penegak hukum yang membela perusahaan dengan menaham suaminya.

Berikut kutipannya: “Wahai apart yg terhormat, bukalah mata hati mu agar bisa melihat keadilan yg sesungguh nya. Jangan lah kau dibutakan oleh uang, shg yg benar kau salah kan. Suami Ku hny menuntut yg nenjadi hak nya Dr hasil keringat n kerja keras nya. Dia bukan koruptor. smg keadilan bisa jg dirasakan oleh suamiku n pelaut pelaut yg tertindas. Tuhan tdk akan membiarkan ini terus terjadi. Tunggu waktu NYA TUHAN.”

Komentar-komentar dukungan dalam petisi pun muncul, salah satunya dari akun @Marwan Muhamad
Berikut kutipannya:
“Nakhoda berhak untuk menolak berlayar jika kapal tidak layak laut. Itu dijamin undang2. Lawan kriminalisasi kepda Nakhoda Trans Power 247 karena itu bisa menimpa siapa saja termasuk kita.”


Ada juga komentar dari akun @Akrab Ramli yang menyatakan “pihak berwajib yg menahan itu sama sekali tidak mengerti tentang uu no 17 tahun 2008 tentang pelayaran . khususnya pada Bab VIII keselamatan dan keamanan pelayaran pasal 117 & 118 dan Bab IX tentang kelaiklautan kapal & Kesejahteraan awak kapal.”


Sebagai informasi, kapal TB TP 247 saat ini sudah disita oleh pihak Penyidik untuk dijadikan alat bukti. Sedangkan para kru lainnya telah diturunkan di atas kapal dan oleh pihak perusahaan ditempatkan di hotel setempat.


Menurut keterangan dari Pengurus PPI di Kalimantan Selatan, M. Adnan T, hingga detik ini pihak perusahaan belum memberikan hak-hak para kru kapal. Bahkan mediasi di kantor KSOP Banjarmasin deadlock dan proses hukum akan tetap dilanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Kasus ini bukan soal berapa nominal yang harus didapat. Tetapi ini soal harga diri pelaut, apalagi salah satu Anggota kami telah masuk (di bui). Maka, kami akan berjuang dan keadilan harus ditegakkan!,” kata M. Adnan.


Sementara, Kuasa Hukum Nakhoda, Tugimin S.H., M.H tetap berupaya untuk membebaskan sang Nakhoda dari tahanan agar dapat segera berkumpul dengan keluarganya.

PPI meminta kepada seluruh Anggota PPI dan Pelaut Indonesia pada umumnya agar ikut serta menandatangani petisi tersebut dan memberikan dukungan moril terhadap sang Nakhoda dan anggota keluarganya serta para kru yang belum mendapatkan hak-haknya agar permasalahan tersebut segera dapat diselesaikan dengan baik.

Ingin berpatisispasi menandatangani petisi? Klik tautan ini: https://www.change.org/p/joko-widodo-segera-bebaskan-nakoda-kapal-tb-trans-power-247-dari-kriminalisasi-hukum?

Admin PPI News