Surat keterangan sehat, syarat wajib pelaut yang akan kerja di luar negeri

Jakarta, PPI News, Edukasi Regulasi – Berikut merupakan pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan yang mewajibkan calon pelaut yang akan bekerja di luar negeri wajib memiliki surat keterangan kesehatan:

Pasal 13 huruf d UU No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI) menyatakan bahwa “Untuk dapat ditempatkan di luar negeri, Calon Pekerja Migran Indonesia wajib memiliki dokumen yang meliputi: d. surat keterangan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan psikologi”

Pasal 4 ayat (1) huruf c UU PPMI menyatakan bahwa “Pekerja Migran Indonesia meliputi: c. Pelaut awak kapal dan pelaut perikanan.”

Pasal 7 huruf c Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PP PTKILN) yang merupakan peraturan pelaksanaan dari UU No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (UU PPTKILN) yang masih berlaku sepanjang belum terbit peraturan pelaksanaan dari UU PPMI dan penjelasannya yang menyatakan bahwa “Pemenuhan dokumen penempatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a (pemenuhan dokumen penempatan) meliputi: c. surat keterangan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi dan pemeriksaan kesehatan;” dan “Yang dimaksud dengan ‘surat keterangan sehat’ adalah sertifikat kesehatan yang memuat kesimpulan layak untuk bekerja (fit to work).”

Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan pada Bagian Kedua tentang Persyaratan Kerja di Kapal, Pasal 17 huruf c menyatakan bahwa “Untuk dapat bekerja sebagai awak kapal, wajib memenuhi persyaratan : c. Sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeiksaan kesehatan yang khusus dilakukan untuk itu;”

Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemeriksaan Kesehatan Pelaut menyatakan bahwa “Setiap Pelaut yang akan bekerja harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku secara internasional.”

Admin PPI News