Sebanyak 40 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia diduga menjadi korban perdagangan orang. Para ABK direkrut dari berbagai provinsi dan dikirim ke Somalia dan Jepang untuk dipekerjakan pada kapal-kapal penangkap ikan dengan iming-iming gaji bulanan sebesar USD 400 dan bonus tangkapan yang bervariasi. Namun kenyataannya para ABK tersebut tidak menerima hak-haknya sebagaimana yang dijanjikan dan justru di luar negeri mengalami...